Terimakasih Sudah Berkunjung
  • 24

    Mar

    Marak Kabar Penculikan Anak, Hindari Main Hakim Sendiri!

    Kabar penculikan anak masih merebak disosmed, bahkan makin banyak video rekaman yang katanya penangkapan penculik dan lain-lain.  Entah itu video hoax atau bukan yang pasti karena banyaknya kabar penculikan anak ini makin banyak masyarakat yang gampang tersulut emosi hingga main hakim sendiri pada orang-orang yang mereka curigai. Bahkan parahnya ketika orang yang benar-benar gila pun dikeroyok karena disangka penculik. Waspada itu harus tapi yang jadi masalah adalah main hakim sendiri! Apalagi kalau statusnya masih diduga! Ya kalau beneran penculik, kalau bukan? Mungkin lebih baik kalau ada penculikan dilaporkan ke pihak berwajib aja. Semoga makin banyak warga yang gak gampang tersulut emosi dan main hakim sendiri! entah apa motif mereka yang menyebarkan kisah-kisah penculikan anak
    Read More
  • 26

    Jan

    Berita Hoax Cepet Menyebar Tapi Kenapa Klarifikasi Gak Digubris?

    Kemarin sempat melihat dinding facebook dan terlihat ada yang share detikcom membuat hoax disertai gambar berita dari detiknews soal itu loh yang bawa bendera merah putih ditulisi tulisan arab. Dan yang demikian itu sudah dishare ribuan kali. Dan yang komentar banyak banget, mereka seolah marah-marah boikot detikcom-lah, bakar kantornya-lah, dll. Kadang kalo baca komentar-komentar yang terkesan sadis gitu antara prihatin dan pengen ketawa. Menurut versi ketak-ketik yang komentar sangar-sangar itu sebagian besar gak paham, lihat aja tuh ada yang debat seperti gambar diatas. Antara detikcom dan detiknews aja kurang paham gitu kan? beda atau sama hayo? Dan kemarin sempat iseng tuh naruh link konfirmasi dari detik di tempat yang viral itu, ternyata kebawahnya tetep pada komentar sadis loh. Y
    Read More
  • 24

    Jan

    Lagi Kegiatan Kampus Memakan Korban Jiwa, STOP Kekerasan!

    Setelah kemarin heboh kasus Amir yang tewas dianiaya senior di STIP, kini ada lagi kasus mahasiswa yang meninggal karena ikut acara kampus tepatnya dari kampus UII Jogja dalam kegiatan The Great Camping (TGC) atau pendidikan dasar (diksar). Dan yang memprihatinkan korbanya lebih dari 1 orang. Fadli meninggal (20/1) saat dalam perjalanan ke puskesmas dan Asyam meninggal (21/1) di RS Batesda Jogja, serta ada satu lagi korban bernama Abyan yang masih dirawat di RS Jogja International Hospital (JIH). Kegiatan TGC itu diadakan di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Diikuti 37 peserta, 34 laki-laki dan 3 perempuan. Pihak kampus sempat memberi keterangan bahwa kegiatan itu sudah berjalan 37 tahun dan t
    Read More
  • 20

    Jan

    Kecelakaan Dahsyat Anak SMP Rider Ninja 250 Fi & Pelajaran Bagi Ortu

    Peristiwa kecelakaan dahsyat yang terjadi di Jalan Kaliurang Jogja ternyata menjadi viral disosmed. Dari gambar yang terlihat itu menunjukan motor ninjanya hingga terbelah dua, seolah itu menunjukan betapa kencangnya motor itu dipacu hingga akhirnya terjadi peristiwa kecelakaan. Korban yang tertabrak meninggal ditempat dan yang menabrak meninggal beberapa hari setelah kejadian (yakni tanggal 19/1/17). Peristiwa itu terjadi tanggal 15 Januari 2017 di depan SPBU Pedak Jakal Km 12 pukul 7.30 wib. Dan yang ramai dibicarakan dari kasus kecelakaan tersebut adalah soal pengendara motor Ninja 250 fi itu ternyata masih anak SMP! Ceritanya si anak SMP ini ultah terus mau ngadain pesta dengan teman-teman smp-nya. Kasus kecelakaan dahsyat yang melibatkan anak SMP rider ninja 250 fi itu hanya salah s
    Read More
  • 12

    Jan

    Bagi Pembuat Atau Penebar Hoax Cukupkah Endingnya Hanya Bilang Maaf?

    Ditengah maraknya badai hoax didunia maya, kemarin itu sempat heboh foto penampakan wartawan yang sedang duduk-duduk dimana oleh akun sosmednya Eko Prasetia dikasih keterangan “Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir di persidangan hari ini. Udah seperti PSK asal Cina kelakuannya mereka, pake tutupin muka segala”. Dan yang demikian itu viral karena dishare oleh ribuan orang. Dan setelah foto dengan keterangan sedemikian rupa itu menyebar si pemilik akun minta maaf tapi pihak Pewarta Foto Indonesia tetep melaporkan kasus tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik. Entah kenapa EP ini membuat keterangan foto yang sedemikian rupa, dimana bahasanya pun cinderung tidak sopan. Dan herannya kok banyak yang share ya?
    Read More
- Next

Search

Author

Widhawati
Twitter @mbak_widha || Instagram @widhawatitok

Recent Post