Terimakasih Sudah Berkunjung
  • 18

    Aug

    Merdeka Dari Hoax dan Nyinyiran di Sosial Media, Bisa Kah?

    Bulan Agustus Indonesia memperingati kemerdekaan dan peringatan di istana #72 nampak meriah dimana Presiden, Menteri dan tamu undangan memakai baju adat dari berbagai daerah. Bahkan ada kontes kostum terbaik dapat sepeda dari pak Jokowi. Selain itu juga nampak adem karena sejumlah mantan Presiden juga kompak hadir dan berfoto bersama. Tapi kalau di sosmed tetep aja ya, ada aja yang statusnya nyinyir. Ada yang bikin meme nuansanya merah putih tapi kata-katanya tetep aja mojokin pemerintah. Indonesia memang sudah merdeka 72th tapi diera sosmed seperti sekarang ini Indonesia belum merdeka dari hoax, nyinyiran atau semacamnya. Bisakah Indonesia merdeka dari hoax, nyinyir dan semacamnya? Bisa asalkan para penggunanya punya kesadaran diri untuk menggunakan sosmed dengan bijak, bukan untuk nyin
    Read More
  • 20

    Dec

    Sosmed Melahirkan Pembenci Atau Justru Menunjukan Sifat Seseorang?

    Penginnya bikin judul “Sosmed Yang Melahirkan Para Pembenci Atau Justru Sosmed Yang Menunjukan Sifat Dasar Seseorang?” tapi karena ada batasan kata jadi judulnya disingkat sedemikian rupa. Semenjak ada sosmed seolah orang bebas mau ngomong apapun (dalam bentuk tulisan). Banyak yang tetep sopan tapi banyak juga yang cinderung nyinyir kasar, bahkan semakin kesini semakin parah loh. Sekarang apapun diributin, misal yang baru saja heboh itu uang edisi terbaru juga diributin dikait-kaitkan dengan mata uang negara lain, apalah apalah. Atau yang sebelumnya kasus bom panci jadi bahan tertawaan bahkan dibilang rekayasa pengalihan isu. Kadang bertanya-tanya banyaknya penyinyir atau bahkan para pembenci itu gara-gara sosmed atau justru sosmed yang bisa menunjukan orang-orang yang dasarny
    Read More
  • 16

    Dec

    Hemm! Ternyata Dibalik Situs Provokatif Meresahkan Itu Ada 25-30jt/bln

    Apakah sebagai pengguna media sosial kamu pernah share situs-situs bernada provokatif seperti misal posmetro? atau kalo gak share ya minimal pernah lihatlah situs seperti posmetro atau semacamnya itu yang gaya judul postingannya seperti apa gitu, tau kan? pokoknya berasa banget nuansa provokatifnya. Dan berdasarkan wawancara yang ketak-ketik baca di tirto dot id sang pemilik posmetro itu mengakui memang beritanya ngambil dari media lain lalu diolah sedemikian rupa dengan gaya provokatif agar menarik perhatian. Jadi si pembuat berita itu memang sengaja membuat informasi yang dicomot-comot dari media lain menjadi berita yang ambigu dengan asupan nana-nada provokatif dan tendisiusnya.  Si pembuat berita tak peduli apakah beritanya akurat atau hanya kontroverisal. Kadang juga sengaja bi
    Read More
  • 9

    Dec

    Harbolnas 1212 Pas Tanggal Merah Mendingan Piknik Atau Belanja Online?

    12 Desember biasa diperingati sebagai hari belanja online nasional dimana biasanya para toko online itu bagi-bagi diskon atau semacamnya sebagai perayaan. Tapi untuk tahun 2016 ini tanggalnya bertepatan dengan hari libur long week end. Akankah harbolnas 2016 ini tetep menarik perhatian? Kalo menurut pengamatan ngasal versi ketak-ketik sih biasanya penguna internet itu kalo hari libur berkurang, entah mereka itu gak sempat online karena piknik atau mungkin biasanya online pakai innternet kantor jadi kalo libur ya otomatis gak main internet. Eh tapi kan sekarang ini online mudah pakai hp doang, jadi kemungkinan harbolnas rame itu tetep ada. Meski harbolnasnya tanggal 12 desember tapi lihat aja tuh iklan-iklan baik di tv atau pun di online sudah pada kelihatan ngumbar diskon. Tapi menurut v
    Read More
  • 7

    Dec

    Gara-gara Beda Pendapat Soal Roti Mendadak Ribut Lagi, Kapan Damaimu?

    Belum lama ini dunia maya heboh banget soal pro kontra terkait masalah Ahok atau masalah demo, banyak yang akhirnya saling caci atau saling hujat bahkan akhirnya saling unfriend gegara beda pendapat. Dan seolah pro kontra itu gak ada habisnya, seperti yang kita tau kini heboh banget soal ‘roti itu’ kan? Disini ketak-ketik sebut ‘roti itu’ aja ya gak perlu sebut merk toh pasti sudah pada tau maksudnya. Menurut logika sederhana versi ketak-ketik mungkin pihak ‘roti itu’ bermaksud memberikan klarifikasi bahwa perusahaanya gak mau dikait-kaitkan dengan aksi demo damai. Seperti yang kita tahu bahwa saat aksi demo damai itu didunia maya viral foto dengan keterangan sedemikian rupa yang seolah bilang bahwa ‘roti itu’ mendukung aksi itu dengan meng
    Read More
-

Search

Author

Widhawati
Twitter @mbak_widha || Instagram @widhawatitok

Recent Post