Gara-gara semalam lihat tv yang acaranya Debat Cagub-Cawagub DKI: Foke-Nachrowi Vs Jokowi-Ahok pagi ini jadi pengen ketik kesan-kesan tentang perdebatan yang anget-anget gimana gitu itu. Kesan-kesan yang masih teringat hingga pagi ini adalah: persaingannya itu berasa dengan aksi khas yaitu saling sindir dan menyangkal. Kalo pak Jokowi itu kan kesannya membawa konsep-konsep yang menurutnya sederhana untuk mengatasi masalah Jakarata, pak Foke bilang masalah Jakarta itu gak sesederhana itu gitu loh. Terus yang aku ingat pak Foke selalu bawa-bawa gunung, misalnya: punya duit segunung pun gak akan bisa mengatasi masalah Jakarta, Janji segunung tak mungkin tuntaskan masalah Jakarta, Punya cita-cita segunung …. ( ….. dibaca lupa).
Terus yang paling aku ingat lagi adalah ketika pak Nachrowi mendapat kesempatan bertanya pada pak Ahok dengan gaya opening sok-sok Cina gitu:
“Haiya Ahok, haiya. Abang mau tahu neh, kalau lulus disini mau pindah lagi enggak?”
Dalam hati aku ingat-ingat oh iya Jokowi sama Ahok kan sama-sama dari luar daerah gitu. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut pak Ahok bilang itu pertanyaan nyontek presenternya gitu. Pak Ahok menjawab dengan bawa-bawa bola: Seperti pemain bola, kalau kita pemain yang jago di kampung, pas pemain di level nasional yang nggak baik, maka diambil dari kampung. Yang di Jakarta nggak becus, makanya dipindah kesini, pak Ahok sempat bilang ia di Bangka itu seperti pahlawan gitu. Pak Nachrowi kembali menyahut: “Jadi pahlawan sama pengkhianat itu beda tipis ya. Saya enggak bilang rakus, tetapi beda tipis”. Aku mikir-mikir, sepertinya dalem juga nih….
Dan endingnya ketika presenter minta keduanya memberikan kesan yang positif kepada lawan kandidatnya, tapi menurutku kesannya tetap aja negatif meski beliau-beliaunya bilang itu positif. Awalnya pak Foke yang diberi kesempatan untuk memberikan penilaian positifnya pada Jokowi, mulanya apa yang disampaikan itu berasa negatif terus presenternya mengingatkan “positifnya pak”, terus pak Foke bilang “Bagi saya itu positif dan saya akan belajar pencitraan yang semakin baik“. Kesempatan berikutnya Jokowi meniru jejak Foke, dengan penilaian: “…. mulai Sekda, Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Sutiyoso. Menurut saya ini positif, Dengan pengalaman itu mestinya beliau bisa langsung action, memutuskan. Tidak hanya rencana, rencana dan akan melaksanakan. Hal positifnya ya baru merencanakan itu. Paling tidak beliau sudah punya rencana meski belum dikerjakan”.
Pada dasarnya masing-masing kandidat mempunyai janjinya masing-masing, siapa yang nantinya harus menepati janjinya itu? liat hasil pemilihannya esok. Dan sepertinya waktu pemilihan itu jadi hari libur ya? dengan harapan semua pemilih bisa datang untuk memberikan suaranya gitu. Dan sepertinya hari ini sudah mulai memasuki hari tenang ya? ya mudah-mudahan hari tenangnya tetap berlangsung hingga setelah hari H ya, jadi semua berlangsung damai tanpa ada hari tegang.
Ah, sudahin aja deh, inilah setitik yang teringat ketika nonton TV semalem terkait Debat Cagub-Cawagub DKI: Foke-Nachrowi Vs Jokowi-Ahok, karena kalo diterusin juga seperti tidak pada tempatnya gitu karena aku kan bukan warga Jakarta dan enggak ikut milih gitu jadi gak ada yang aku jagoin tapi mudah-mudahan siapapun yang terpilih semoga menjadi yang terbaik untuk perubahan Jakarta.
Salam ketak-ketik debat anget-anget dari pojokan…….
(Baca Juga Lucu Tapi Ngenes, Itulah Video Klip Suka Sama Kamu DBagindas! )























malam mba ..tadi ane daftar idblognetwork.com lewat rekomendasi mba pake email ini berbagi_ide@yahoo.com..! ats perhatianya thanks
maap mas, kenapa makek dulu baru bilang? harusnya bilang dulu baru makek… (kalo diijinin)
yahh,,kenapa aku nggak nonton yah,,padahal pasti seru tuh,,,wuishh,,dalem banget kata-kata mereka,,,
hahaha… debat mereka lebih seru daripada debat pilpres
dan terlihat jelas mana pasangan yg berkualitas & mana yg cuma ngaku pintar tp ga ada bukti.
jokowi SANTAI
foke TEGANG SEKALI hwhwhwhwhwhwaaaaaaaaaaaa
sopo wae sek jadi gubernur gak masalah asal bukan FOKE
*kejammode*
seru juga kemaren nontonnya
mudah2an saja yang terbaik menang
kebakaran…kebakaran..,masih berapa hari lg kok pilkadanya masih pake ada kebakaran nya lagi gak nih
Untuk yang belum sempat menonton debat pilkada kemarin,
nih ada di youtube
Kelihatan jelas cara ngomong orang yang berpendidikan dan yang tidak.
masih ada wakil gub yang bloon banget!masih saja membawa2 unsur sara!
Debatnya seru. Kesimpulan ane, ternyata foke meskipun dapet pendidikan di luar negeri, belum bisa banyak berbuat nyata di lapangan untuk Jakarta. Keliatan ngga punya konsep menyeluruh dalam mengatasi berbagai masalah di Jakarta dan banyak mengatakan ‘akan’ dan ‘akan’. Nara gaya bicaranya lumayan meyakinkan, tapi sayang suka nyindir2 lawan. Sedangkan Jokowi dan Ahok banyak memberi janji2 dan harapan gebrakan2 baru yg tentunya perlu dibuktikan bila terpilih nanti. Ini yg banyak disindir foke & Nara sebagai pencitraan dan retorika (ya gmn Jokowi mau buktiin kalo belum terpilih, beda dgn Foke yg udah diberi kesempatan sekian lama tapi belum berhasil). Sekian. Semoga warga Jakarta cerdas dalam memilih untuk Jakarta yg lebih baik.
Siapa saja gubernur dan wakil gubernur, yang penting jangan Ahok
Kelihatan FOKE-NARA ambisi karena untuk mengamankan Partai Demokrat dan gabungannya biar dapat proyek proyek setelah itu mengisi pundi2 bendahara Partai gabungan.
Contoh nya aja Jakarta Fair = Pesta Rakyat kenapa bayar nya mahal sekali…… dan tau2 nya yg kepalanya yaitu Ibu Hartati Murdaya (Anggota Partai Demokrat). Harusnya rakyat kecil tdk bayar masuk Jakarta Fair nya. Kenapa harus semua sama bayar nya.
Jadi saya Doa kan Jokowi dan Basuki agar sabar untuk menghadapi nya biar pun nanti menang harus lebih Tegas, Jujur dan Adil.
Adapun tdk terpilih dan harus tetap Tegar dan Tenang.
kalo warga DKI menilai dari sudut pandang agama, mungkin mereka tetep akan pilih foke meskipun sudah terbukti hasil kerjanya nggak memuaskan.
kalo warga DKI menilai dari sudut pandang kualitas kepemimpinan, visi misi, dll… jokowi-ahok menurutku menang telak atas foke-nara.
dari tayangan itu, keliatan jelas kualitas kedua pasangan.