Terimakasih Sudah Berkunjung

Belajar Dari Snack Bikini, Kreatif Itu Bukan Sekedar Sensasi

8 Aug 2016
  • Cara Mudah Cantik Alami Dengan Minyak Bulus Mamasean Asli

  • Bihun Kekinian alias Bikini adalah makanan ringan yang menarik perhatian karena kemasannya yang dinilai vulgar yakni menggambarkan body wanita yang berbalut bikini. Bahkan ada tangline-nya ‘Remas Aku’. Dan setelah digrebek ternyata usaha bisnis itu adalah milik mbak-mbak mahasiswi yang berusia 19th berinisial TW.

    Rupanya TW memproduksi snack bikini itu sudah sejak maret 2016 dan sudah menjual ribuan bungkus. Cara menjualnya pun sudah kekinian yakni via online. Dan tahu gak sih, ternyata meski dalam bungkusnya ada tulisan halal tapi ternyata itu bukan asli dari MUI alias hanya nyomot karena produksi snak bikini yang dibuat TW itu pun belum mengantongi izin produksi jadi ilegal. TW mengaku bersalah, TW juga mengaku tidak tau caranya mengurus izin produksi dll-nya.

    BPOM kemarin sempat bilang pembuat mie Bikini itu hanya remaja alay yang cari sensasi.  Kalo menurut versi ketak-ketik sih, untuk keberaniannya berwirausaha itu baguslah dan aku kalah loh ya, mungkin dia cuma perlu diarahkan gitu aja bisa cepat berhasil.

    Dikutip dari detikcom mengenai snack bikini yang bikin heboh itu Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam menilai snack tersebut jelas mengandung konten pornografi dan tidak baik apabila peredarannya dibiarkan. Niam juga mengingatkan bahwa kreativitas dalam dunia usaha harus melihat batas-batas yang ada.

    “Kreativitas orang baik itu untuk kepentingan usaha maupun kepentingan ekonomi itu tidak menjadi pemboleh untuk melanggar hukum. Kreativitas harus tetap di dalam koridor norma-norma susila, hukum, dan juga agama,” kata Niam saat berbincang dengan detikcom, Minggu (7/8/2016).

    “Karenanya ini menjadi pembelajaran yang serius, bagi seluruh pelaku industri kreatif untuk melaksanakan ide-ide kreatifnya tetap di dalam koridor norma susila dan norma hukum, serta prinsip perlindungan anak,” ujar Niam menambahkan.

    Yah gitu deh, kreatif itu bukan berarti bebas sebebas-bebasnya tanpa memperhatikan norma susila maupun norma hukum. Snack bikini memang jelas kemasannya vulgar, belum mengantongi izin produksi, label halal-nya pun hanya nyomot alias belum izin juga dari MUI. Kreatif itu gak hanya sensasi tapi harus tetep taat aturan, kalau produk makanan jelas harus mengantongi izin produksi dan status halal dari MUI.

    Hal yang dapat dipetik dari kasus hebohnya snack bikini ini adalah

    1. Kreatif itu harus harus tetep memperhatikan norma susila maupun norma hukum. Kalau kemasan snack bikini yang sedemikian rupa dengan gambar dan tagline seperti itu memang berasa sih vulgarnya tapi ya gak tau juga karena banyak yang belain atau bertanya-tanya cuma kayak gitu doang dibilang vulgar. Kalau menurut versi ketak-ketik yang kayak gitu saru deh, apalagi kalo snack itu sasarannya adalah anak-anak.

    2. Jika sebuah produk itu punya cita-cita terkenal, sensasional atau apalah gitu, maka sebelumnya harus lengkapi dulu izin-izin-nya, kalo makanan ya paling enggak izin produksi dan sertifikat/label halal dari MUI. Kan sayang sekali kalau produk sudah beken tapi ternyata belum punya izin apa-apa. Ibaratnya sudah bisa naik motor ngebut kayak Rosi tapi motornya kosongan alias gak ada surat-suratnya.

    3. Jika produk itu adalah makanan maka faktor yang terpenting adalah kualitas dari makanannya bukan kemasannya. Kemasan menarik bahkan sensasional tapi kalo rasa biasa aja pasti orang juga enggan untuk beli lagi.

    Mungkin banyak komentar miring, masalah kasus snack bikini ini dibesar-besarkan padahal banyak snack lain yang abal-abal. Yah, satu yang pasti karena snack bikini ini menarik perhatian, mudah ditelusuri karena bisa diakses online sementara snack abal-abal lain itu offline udah gitu kemasannya biasa-biasa aja jadi gak mencolok perhatian orang. Yah kalau snack abal-abal yang dibuat dengan pewarna-pemanis-dll itu mungkin memang gak punya cita-cita terkenal, mereka yang penting produksi dan produksi, laku terus laku dan bahkan mungkin berharap gak kena grebek. Dan entahlah, BPOM atau semacamnya itu hanya mengurus yang booming-booming aja, sementara jajanan abal-abal yang jumlahnya sangat buanyak dipasaran seolah tak terjangkau.

     

    Salam Ketak-Ketik,
    dr Pojokan


    TAGS Bisnis Ketik Bisnis

  • Tip Belanja Online Murah: Agar Gak Dapat Barang Super Mahal!

  • Ternyata Tak Semua Ulat Menjadi Kupu-Kupu, Lihat Perubahan Ulat Ini Kamu Pasti Kaget!

  • Menakjubkan! Ada Penampakan Wajah Ditubuh Laba-laba ini, Coba Lihat Menurutmu Ada Berapa Bentuk Wajah?

  • Kisah Angelina Sondakh Semakin Religius: Khatam Alquran Berkali-kali & Berjilbab

  • Oke Sip! KPI Larang TV Tampilkan Pria Bergaya Perempuan (Ngondek / Banci)

  • Habiskan 1 M, Ini Wajah Asli Nita Talia Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik!

  • Pernah Bangkrut Baim Wong Tak Kapok Bisnis Jualan Mie Ayam Lagi

  • Waduh, Artis Pemeran Wiro Sableng Bangkrut Karena Narkoba dan Kini Jadi Petani

  • Siswa SD Goyang Seronok Saat Acara Pesta Perpisahan, Guru Justru Tertawa Seolah Terhibur!

  • Tutorial Jilbab Pashmina Gaya Ala Wanita Turki Hanya 3 Langkah Mudah Hasil Cantik Elegan!

  • Trik Pakai Jilbab Agar Wajah Terlihat Tirus, Hanya 3 Langkah Ayo dicoba!

  • 3 Langkah Mudah Pakai Jilbab Segiempat Simple Tapi Cocok Buat Semua Tipe Wajah

  • Tutorial Hijab Modern Khimar Instan Gaya Syar'i Hanya 3 Langkah Mudah Hasilnya Modis

  • 4 Langkah Mudah Pakai Jilbab Segi Empat Ala Laudya Cynthia Bella


  • -

    Search

    Author

    Widhawati
    Twitter @mbak_widha || Instagram @widhawatitok

    Recent Post