Terimakasih Sudah Berkunjung

Menjauh Dari Riba Dengan Bermuamalah Secara Syariah

17 Jun 2016
  • Cara Mudah Cantik Alami Dengan Minyak Bulus Mamasean Asli

  • Manusia merupakan makhluk sosial dimana dalam kehidupan sehari-hari tak mungkin bisa lepas dari yang namanya muamalah, yakni kegiatan tukar-menukar barang atau sesuatu yang dapat memberikan manfaat dengan cara-cara tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan-kegiatan yang termasuk kategori muamalah antara lain jual-beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, kegiatan bercocok tanam, dan lain sebagainya. Dalam praktek sehari-hari kegiatan itu tidak hanya dilakukan antara seseorang dengan seseorang tapi bisa seseorang dengan lembaga keuangan seperti bank dan semacamnya. Yang pasti muamalah itu cakupannya sangat luas dan yang terpenting adalah dalam masa transaksi tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan, dengan kata lain tidak memuat unsur riba yang bisa merugikan salah satu pihak. Riba dilarang dalam islam karena banyak efek negatifnya baik untuk individu maupun masyarakat.

    Saat ini banyak sekali produk-produk syariah yang menawarkan bebas riba baik pinjaman dana, KPR dll. Salah satu contohnya adalah dunia perbankan, dimana ada yang namanya bank syariah. Produk-produk perbankan syariah itu meliputi berbagai hal seperti di bank konvensional hanya saja menggunakan sistem hukum islam. Jika didalam bank konvensional ada yang namanya sistem bunga (yang dalam islam disebut riba), maka kalo di bank syariah tidak menggunakan sitem bunga melainkan dengan sistem bagi hasil.

    Namun demikian antara sistem bunga dan sistem bagi hasil itu kerab kali menjadi perdebatan karena ada yang menganggap itu sama aja alias hanya beda istilah. Dengan kata lain sebagian masyarakat menganggap tidak ada bank yang benar-benar syariah tanpa riba.

    Berdasarkan pengalaman pribadi, dimana dekat rumah ada yang namanya BMT, tau dong BMT? Yub, Baitul Mal wa Tamwil yang merupakan salah satu lini keuangan mikro berbasis syariah. BMT yang didekat rumah itu awalnya hanya menempati kios kecil, namun sekarang sudah memiliki gedung sendiri yang lebih besar. Dalam BMT tersebut memiliki anggota simpanan pokok khusus (penanam modal), yang sebagian besar dari warga sekitar. Hal positif yang sangat terasa dari kehadiran BMT tersebut adalah aktifitas-aktifitas rutin seperti arisan, pengajian, pembagian bantuan atau beasiswa untuk warga sekitar yang kurang mampu dan lain sebagainya. Dengan kata lain BMT tersebut mengelola dana dari warga sekitar dan hasilnya juga dimanfaatkan untuk warga sekitar.

    Usaha-usaha yang dilakukan BMT tersebut adalah layanan jasa pembayaran pajak, penjualan pulsa, travel dll. Untuk para penanam modal mendapatkan bagian bagi hasil sesuai saham yang mereka tanam yang biasa dibagi setahun sekali setiap tutup buku. Sementara untuk nasabah (penabung) mendapatkan bagi hasil sebulan sekali.

    Lalu bagaimana dengan yang menghutang/meminjam? Ternyata ada semacam ketentuan bahwa peminjam harus membayarkan lebih dari jumlah yang dia pinjam. Berapa persen-nya itu sudah ditetapkan diawal peminjaman, tentu yang seperti ini bukan bagi hasil kan namanya? Karena menentukan sesuatu yang belum pasti. Misal si A pinjam uang untuk buka warung, tapi saat pinjam sudah ditentukan berapa persen bagi hasil yang harus dibayar padahal jualan juga belum, mana tau warungnya nanti untung berapa gitu kan. Mungkin karena inilah sebagian orang menyebut bank syariyah sama saja dengan bank konvensional, hanya beda istilah saja antara istilah bunga dan bagi hasil. Bahkan kadang beban bagi hasil di bank syariyah itu lebih berat dari suku bunga bank konvensional. Dan sepertinya cara penetapan beban bagi hasil diawal ini memang berlaku di BMT atau Bank Syariyah tempat lain alias umumnya memang seperti itu.

    Bank Syariyah sendiri pasti dibenak masyarakat dianggap sebagai bank yang bebas riba dengan segala sistem hukum islam yang terapkannya gitu kan? Hal ini tentu bisa mempengaruhi mindset seseorang, misal tujuan pinjam di bank syariyah adalah agar dapat beban bagi hasil yang ringan dan ketika pada prakteknya di bank syar’iyah ada beban bagi hasil bagi peminjam yang dianggap besar maka hal ini tentu sangat mengecewakan dan itulah mengapa banyak yang mengecap bank syariyah sama saja dengan bank konvensional.

    Maka dari itu lembaga-lembaga keuangan syariyah perlu membentuk mindset umat, misal ya itu tadi ketika seseorang datang mencari pinjaman usaha maka niatnya adalah untuk menghindari riba bukan untuk mencari beban bagi hasil yang ringan. Atau mendorong umat untuk menabung di bank syariah dengan niat menghindari riba dan mempercayakan penyimpanan uangnya kepada pihak yang amanah dengan harapan uang yang ditabung itu bisa memberikan manfaat bagi sesama muslim sehingga menghasilkan pahala. Jadi bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dari bagi hasil.

    Masyarakat di Indonesia yang sebagian besar adalah muslim tentu membutuhkan lembaga keuangan yang benar-benar syariah yang bisa menjauhkan dari segala hal yang berbau riba. Dan sepertinya masalah keuangan syariah sudah mulai mendapatkan perhatian khusus, dalam hal ini OJK dan industri keuangan syariah mempunyai program-program sosialisasi produk keuangan syar’iyah yang intinya kini sama bagusnya, sama lengkapnya, sama modern-nya dengan keuangan konvensional. Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) sudah mulai dilakukan ditahun 2016 ini diberbagai kota di Indonesia melalui program Expo/pameran, program training of trainers, dan workshop/pelatihan kepada elemen masyarakat. Selain itu juga ada Launching Buku Standar Produk Perbankan Syariah (Produk Murabahah dan Produk Musyarakah termasuk Musyarakah Mutanaqisah). Launching Working Group SiKOMPAK SYARIAH (Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Keuangan Syariah. Layanan Terpadu Konsumen Keuangan Syariah oleh Departemen Perlindungan Konsumen OJK dan pengenalain produk-produk syariah dari lembaga keuangan syariah yang ikut serta dalam ACKS. Bahkan blogger pun digaet dengan harapan bisa menuliskan tentang keuangan syar’iyah di blog mereka.

    Semoga dengan adanya perhatian khusus ini masyarakat semakin memahami tentang keuangan syariah dan produk-produk keuangan syariah benar-benar tak kalah bagus dari keuangan konvensional. Dan yang paling penting adalah dengan sistem syariah itu bisa membuat segala aktifitas keuangan yang jauh dari riba, sehingga masyarakat terutama yang muslim bisa tenang melakukan berbagai transaksi seperti KPR, pinjam dana atau bahkan menanbung tanpa dihantui yang namanya riba.

    referensi: http://www.ojk.go.id

    Salam Ketak-ketik,
    dr Pojokan


    TAGS Lomba OJK Keuangan Syariah #samabagusnya

  • Tip Belanja Online Murah: Agar Gak Dapat Barang Super Mahal!

  • Ternyata Tak Semua Ulat Menjadi Kupu-Kupu, Lihat Perubahan Ulat Ini Kamu Pasti Kaget!

  • Menakjubkan! Ada Penampakan Wajah Ditubuh Laba-laba ini, Coba Lihat Menurutmu Ada Berapa Bentuk Wajah?

  • Heboh Nasib Sheila Marcia: Kini Tubuh Kurus, Banyak Tato & Tindik Bikin Nitizen Prihatin

  • Kisah Angelina Sondakh Semakin Religius: Khatam Alquran Berkali-kali & Berjilbab

  • Inilah Kisah Ngenes Pemain Sinetron Anak Jalanan Yang Sedang Hit Tapi Terjerat Narkoba

  • Oke Sip! KPI Larang TV Tampilkan Pria Bergaya Perempuan (Ngondek / Banci)

  • Habiskan 1 M, Ini Wajah Asli Nita Talia Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik!

  • Makin Sepi Job Artis Antagonis 90'an Leily Sagita Kini Jualan Keripik Singkong

  • Mendadak Jadi Super Ganteng, Benarkah Sammy Simorangkir Operasi Plastik?

  • Glenn Fredly Bantah Pindah Agama Demi Aurah Kasih!!!

  • Asmirandah dan Jonas Tak Tampil Lagi Di TV Karena Sepi Job?

  • Apa Iya Afgan dan Rossa Pacaran? Kok Deket Banget ya?

  • Pernah Bangkrut Baim Wong Tak Kapok Bisnis Jualan Mie Ayam Lagi

  • Yannie Kim Orang Indonesia Yang Bikin Heboh Karena Ikut Main Drama Korea

  • Waduh, Artis Pemeran Wiro Sableng Bangkrut Karena Narkoba dan Kini Jadi Petani

  • Fahmi BO, Pemeran Gusur Sireal Lupus Kini Kesulitan Ekonomi, Tinggal Dikontrakan, Makan Mie Instans

  • Kisah Cinta Aming Dibongkar Dan Ternyata Istri Caisar Itu Mantan Kekasih Aming!

  • Siswa SD Goyang Seronok Saat Acara Pesta Perpisahan, Guru Justru Tertawa Seolah Terhibur!

  • Tutorial Jilbab Pashmina Gaya Ala Wanita Turki Hanya 3 Langkah Mudah Hasil Cantik Elegan!

  • Trik Pakai Jilbab Agar Wajah Terlihat Tirus, Hanya 3 Langkah Ayo dicoba!

  • 3 Langkah Mudah Pakai Jilbab Segiempat Simple Tapi Cocok Buat Semua Tipe Wajah

  • Tutorial Hijab Modern Khimar Instan Gaya Syar'i Hanya 3 Langkah Mudah Hasilnya Modis

  • 4 Langkah Mudah Pakai Jilbab Segi Empat Ala Laudya Cynthia Bella


  • -

    Search

    Author

    Widhawati
    Twitter @mbak_widha || Instagram @widhawatitok

    Recent Post