(Gambar via google dengan kata kunci korupsi) Gara-gara kemarin ada yang Enggak Rela Dibilang Korupsi!!! Pagi ini aku rela baca-baca artikel tentang korupsi, ya mungkin sudah sering aku baca atau dengar pejabat atau pengawai ini itu kena kasus korupsi gitu-gitu tapi dari daleman yang paling dalem aku gak tahu teori tetang korupsi: korupsi itu apa? jenis tindakan korupsi itu apa aja? dan sekitarnya. Meski aku tidak tau teori korupsi namun satu yang pasti: kalo disuruh praktek aku pasti bisa! Ini adalah analisa tentang korupsi versi ketak-ketik:
1. Kalo dari hasil nonton berita di tv:
* Korupsi itu berhubungan dengan seseorang yang statusnya pejabat atau pengawai negeri (yah pokoknya yang berbau-bau pemerintah).
* Korupsi itu merupakan sesuatu yang rumit, berbelit-belit (dan terlalu membosankan buat pemirsa bila mana dunia dalam berita itu ceritanya soal korupsi melulu).
* Korupsi itu bisa dilakukan baik pria ataupun wanita baik lajang-menikah ataupun duda-janda baik tua ataupun muda (yang beken tuh Gayus, Nazarudin, Anas, Angie S dan sekitarnya).
* Korupsi itu bisa bikin kekayaan meningkat berlipat ganda (nah ini mungkin jalan menuju kaya raya selain jalan pesugihan, tapi jangan coba-coba deh, ini cara sesat, nikmatnya hanya sesaat)
* Korupsi itu sesuatu yang berhubungan dengan gelap-gelapan dan suap menyuap (bukan gelap-gelapan berduaan loh ya dan juga bukan suap menyuap pakai nasi loh ya, pakek duit gitu)2. Kalo Dari Hasil Baca-Baca Teori dan kemudian kopas:
* Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
* Korupsi itu perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
* Korupsi itu juga meliputi memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); penggelapan dalam jabatan; pemerasan dalam jabatan; ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Itu singkatnya, selebihnya silakan belajar ditempat masing-masing, kemudian aku akan mengaitkan dengan kejadian kemarin. Ceritanya ada 2 orang bapak-bapak diwarnet, enggak tau pengawai BUMN atau PNS entah swasta, mereka itu ngenet, ngeprint dan juga minum, waktu bayar dia minta nota padahal itu warnet gak punya untuk nota terus openya suruh nulis sesuatu dan tanda tangan,
A: “tulis aja ngenet dan print”
B: “terus minumnya”
A: “ya masuk situ, total aja”
B: “korupsi dong pak”
A: “ya, enggak dong, kan cuma minum”
Kalo bapak itu bilang enggak ya memang benar enggak korupsi, lihat saja berdasarkan teori yang sempat aku analisa dan pelajari memang tidak ada kategori “minum minuman dalam botol dengan memasukan biaya minum tersebut ke biaya print itu adalah perbuatan korupsi”. Tapi menurut ketak-ketik meski itu cuma sekedar minuman tapi tetap aja itu berkaitan dengan gelap-gelapan, kalo proyek dikalangan pejabat itu ibaratnya seperti pembuatan kalender yang menghabiskan dana 1,3 M padahal menurut versi tukang cetak itu aslinya paling habis 250anjuta. Kenapa menurut pejabat itu kalender bisa habis banyak gitu, beda jauh sama perkiraan tukang cetak? ya mungkin gitu, dia jajan somey dimasukin anggaran, dia jajan gulali dimasukin anggaran, dia beli sendal jepit dimasukin anggaran dan sekitarnya.
Jadi sebenarnya korupsi yang gede-gede itu pasti berawal juga dari yang kecil-kecil atau hal sepele, tapi mengapa yang masih sepele-sepele Enggak Rela Dibilang Korupsi!!! kembali pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

















korupsi kecil-kecilan sebenarnya banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari
Yuk Balas Komennya!
gambar nya sampe gitu banget, kalau benar korupsi membosankan tapi kenapa banyak yang melakukan sesuatu yang membosankan, seperti hal nya “menunggu” nunggu bosen banget. kalau nunggu uang cair baru semangat. salam
Yuk Balas Komennya!
Bingung ya, jadi kalo gak ada hubungannya dengan keuangan negara berarti bukan korupsi donk ya …
Misal seorang oknum satpol pp menarik uang jago pada pedagang kaki lima bukan korupsi donk, karena pedagang kaki lima tu kan gak pernah bayar uang jago ke negara. Jadi apa yang dilakukan oleh oknum satpol pp tersebut jelas-jelas tidak merugikan keuangan negara, jadi bukan korupsi …
Demikian juga kalo negara punya proyek di budget 20M kemudian dimenangkan oleh CV X dengan nilai 15M (negara untung 5M). Kemudian CV X kasi fee ke pejabat tertentu 1.5M dalam bentuk jalan-jalan, entertainment, golfclub member, dsb yang tidak memperkaya si pejabat, maka pejabat itu bukan korupsi donk, karena kan gak merugikan keuangan negera, tidak memperkaya si pejabat …
Begitukah ???
Yuk Balas Komennya!
Donny Reply:
Februari 9th, 2012 at 2:14 pm
Kalau ada pejabat negara yang disuap, pejabat tsb kemungkinan akan bertindak/ mengambil keputusan demi kepentingan si pemberi suap, bukan lagi demi kepentingan negara. Jadi meskipun tidak ada kerugian negara secara langsung, akan selalu ada kerugian secara tidak langsung (mungkin saja di proyek2 selanjutnya, yg jumlahnya bisa lebih besar). Intinya, sudah tercipta conflict of interest bagi pejabat tsb.
Yuk Balas Komennya!
diandono Reply:
Februari 9th, 2012 at 5:06 pm
@buyung kiu, yang beginian masuknya gratifikasi, saudaraan juga ama korupsi..
Yuk Balas Komennya!
aduh saya juga suka korupsi dong kalu gitu soalnya kalu suruh belanja suka ambil buat jajan sedikit hehe lam kenal mbak,nice post
Yuk Balas Komennya!
terlalu sempit kalau korupsi hanya berhubungan dengan pejabat dan PNS… berkaitan dengan keuangan negara, maka ada hak yg ditetapkan oleh UU yg harus di setorkan oleh rakyat (WAJIB PAJAK)kepada negara. kalo penghitungan dan pembayaran pajaknya tidak jujur/dikurang2i ya korupsi juga dong.. menurut saya porsi dari pintu masuk keuangan negara ini lebih besar… karena subjek dan objeknya lebih luas.. bisa pengusaha, pegawai swasta, investor, petani, nelayan, pejabat, PNS dll.. inilah gambaran sesungguhnya kepribadian bangsa.. bangsa maling atau bukan!
Yuk Balas Komennya!
Korupsi lebih kejam dari Narkoba
Yuk Balas Komennya!
Tanpa tdk sdar kita jg pasti pernah korupsi kecil2an, korupsi waktu, korupsi uang jajan, dll
Yuk Balas Komennya!
Apa yang ditulis ibu Widha adalah benar, bahwa mengakui korupsi itu sangat susah! Teringat sepasang teman, yang mengundang kami(seorang sahabat dan saya sendiri) untuk makan malam. Ketika selesai membayar dikasa, saya intip bonnya(kurang sopan) ingin tau berapa yang dibayarnya, karena saya ingin ikut bayar kalau kebanyakan yang dia keluarkan, ternyata disitu dia tulis 12 orang padahal yang diundang cuma dua orang! Ketika saya protes, dan saya beritahu bahwa cara seperti itu korupsi namanya, jawabnya sangat enteng: “Ini bukan korupsi tapi tambahan biaya hidup”
Yuk Balas Komennya!
wah , emang dimana2 korupsi jadi tren ya ..
Yuk Balas Komennya!
Memang KORUPSI sudah membudaya, saya telah menulis artikel tentang sebuah renungan untuk pejabat2 kita biar mereka sadar akan amanh rakyat, untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klik RENUNGAN UNTUK PARA PEJABAT Semoga Bermanfaat
Yuk Balas Komennya!
Gambar duit e keren men kui
Yuk Balas Komennya!