Beberapa hari silam datang beberapa request untuk memperbanyak postingan yang berbau-bau galau, terutama yang berkaitan dengan patah hati dan sekitarnya. Aku tak mengenal mereka namun ngakunya mereka-mereka itu sering baca ketak-ketik ide sederhana. Ingin ku abaikan saja itu semua karena aku paling buntu kalo disuruh ketak-ketik soal cinta, itu ada kategori Cinta Cengar-Cengir juga asalnya dari permintaan teman, tapi pikir-pikir kalau gak ngikutin budaya galau nanti dikira enggak enjamani. Nah, malam minggu kemarin aku bela-belain nonton tivi, coba deh lihat tanyangan-tayangan yang berbau-bau cinta-cintaan anak remaja, pindah-pindah chanel ketemulah Cinta Cenat-Cenut yang main itu boyband. Gak dapat ide yang ada malah cengar-cengir, karena begitu aku pencet tet ada adegan:

Pemain ceweknya (aku gak tau namanya) itu mau telpon, nah pas telpon itu dia bilang gak bisa telpon, katanya “pulsaku habis, boros banget sih pakek yang ini”, yang cowok (rafael kalo gak salah) bilang “makanya jangan pakek yang boros, nih pakek punyaku”, sementara itu dibelakang mereka berdiri ada tempelan iklan pulsa (dalam hati owh iklan terselubung nih), abis itu teman-temannya yang ditelpon itu datang terus mereka nyanyi-nyanyi (dalam hati, ah kayak india-indianan nih). Pindah lah chanel entah kemana namun pada akhirnya ketemu acara galaunite, kaget ini chanel biasanya rajinnya nayangin berita eh ada acara ginian, ya udah tonton aja, katanya acara itu “menjadikan galau kamu menjadi berkualitas”, hingga akhir acara aku tidak menemukan segi kualiatasnya, yang aku tangkap itu acara agaknya hanya sekedar untuk seru-seruan aja.

Setelahnya aku berfikir kalo orang gaul abis patah hati itu pasti galau, kebanyakan pasti galaunya tipe-tipe alay, aku berfikir ada gak ya orang gaul galau tapi galaunya berkualitas? nah kemudian aku mulai berimajinasi “Galau Berkualitas! Itu yang Ngapain aja sih?”, bukan ketak-ketik kalau enggak bisa memprediksi jawaban pertanyaan yang sedemikian rupanya itu. Menurut versi ketak-ketik Galau kamu berkualitas jika kamu:

1. Take U Galau For Pray
Apa-apaan ini artinya! maklum ya bahasa suka-suka gitu, maksudnya tuh ambil kesempatan galaumu itu untuk berdo’a atau beribadah! nah keren gak tuh? pastinya itu bisa bikin galau kamu lebih berkualitas dari pada mewek, apa itu mewek? mewek itu nangis. Abis patah hati itu jangan dibiasakan nangis, mending ngaji atau apa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

2. Take U Galau For Sinau
Apa-apaan lagi ini artinya? yang jelas sinau itu bukan bahasa cina, itu bahasa jowo, sinau itu artinya belajar! nah keren gak tuh? pastinya itu bisa bikin galau kamu jadi berkualitas ketimbang hanya diam mengunci diri dikamar mandi untuk merenungi hatinya yang telah patah. Tau gak? dengan sinau atau belajar itu bisa-bisa kamu jadi pintar loh, enggak percaya? coba deh abis selesai baca postingan ini kamu belajar, kalau misal udah belajar tapi kamu merasa enggak pintar silakan bisa ngadu kesini, bilang saja “belajar bikin pintar” itu berita hoax!

3. Take U Galau For Menuliskan Sesuatu
Kemudian Apa-apaan lagi ini artinya? yah, setauku orang yang patah hati itu biasanya pandai merangkai kata sesuai suasana hatinya yang lagi patah, entah itu dalam bentuk puisi, cerita, pantun, atau mungkin novel juga gak pa2! Tuliskan saja: Sesuatu.. yang ada dihatimu, Sesuatu.. yang ada dibenakmu—> pesan ini disampaikan oleh Syahrini! (nah yang ini baru hoax, karena yang namanya mbak Syahrini itu enggak pernah datang kesini, jadi mustahil kalau dia berpesan sedemikian rupa). Lalu dimana kamu bisa menuliskan sesuatu itu? dimana aja asal tidak ditempat umum atau ditembok rumah tetangga, aku kasih tau ya: menuliskan sesuatu itu paling enak ya di blog, gak punya blog? bikin dulu sanah!!!!ada mie ayam kari spesial Atau minimal ditulis ditweet atau distatus fb. Sesuatu yang ditulis itu kalau bisa sebagus mungkin ya! kalau yang ditulis enggak bagus atau alay atau hanya tulisan uring-uringan mah ndak ada kualitasnya dong.

4. Take U Galau For Make New Planning
Setelah itu apa-apaan juga ini artinya? berlama-lama dalam galau yang meratapi nasib, mendramatisir kepatahan hati, menyendu seorang diri dan sekitarnya: ah itu macam begadang, ingat pesan raja dangdut “begadang jangan begadang bila tak ada artinya”, jadi “menggalau jangan menggalau karena itu tidak akan ada artinya”. Mending begitu patah hati, langsung susun rencana baru, target baru, yang lalu biarlah berlalu!

Aku kira cukup-lah prediksi tentang galau yang berkualiatas-nya, kalau banyak-banyak tanggkutnya semakin dianggap menyesatkan. Oke para galauwan-galauwati dimanakah anda berada: mengGALAUlah yang berkualitas, lalu perhatikan apa yang terjadi! Pesan Ini Disampaikan oleh Mario Teguh!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?